KKN IPB Bantu UMKM Sambongrejo Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University mendorong pelaku usaha di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan digitalisasi UMKM sekaligus penguatan sistem informasi desa.
Program ini menjadi salah satu fokus pengabdian mahasiswa untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Digitalisasi dinilai penting karena sejumlah produk lokal Sambongrejo memiliki potensi untuk dipasarkan tidak hanya di lingkungan desa, tetapi juga menjangkau konsumen dari wilayah lain.
Desa Sambongrejo memiliki sejumlah produk UMKM yang cukup beragam, mulai dari kerupuk kuping tikus, keripik tempe hingga berbagai jenis kue kering. Namun, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran secara langsung dan belum maksimal memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produknya.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University menghadirkan sejumlah program, di antaranya SiDeSa atau Sistem Informasi Desa, MAPDES atau Pemetaan Potensi Desa, serta Gelora Bangsa: UMKM Naik Kelas.
Melalui program SiDeSa, mahasiswa memfasilitasi pengembangan website resmi desa sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa menyajikan informasi secara lebih terstruktur, terbuka, dan mudah diakses.
Sementara itu, program MAPDES diwujudkan melalui penyediaan banner peta koordinat geospasial Desa Sambongrejo. Peta tersebut memuat sejumlah titik lokasi yang berkaitan dengan potensi desa, termasuk kawasan pertanian, peternakan, dan lokasi pelaku UMKM.
Pada sektor usaha, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan keberadaan mereka di ruang digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membantu mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Maps sehingga konsumen dapat lebih mudah menemukan produk maupun tempat usaha.
Mahasiswa juga mengenalkan sistem pembayaran digital melalui QRIS kepada pelaku UMKM. Sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis sekaligus membantu pelaku usaha mengikuti perubahan perilaku konsumen di era ekonomi digital.
Kasi Pemerintahan Desa Sambongrejo, Ratna, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN IPB University. Menurutnya, kehadiran sistem informasi dan pemetaan digital memberikan manfaat bagi pemerintah desa maupun masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan adanya website SiDeSa dan peta MAPDES. Informasi desa menjadi lebih transparan dan mudah diakses. Pendampingan QRIS juga membantu pelaku UMKM kami untuk mulai beradaptasi dengan sistem ekonomi digital,” ujar Ratna.
Pendekatan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga pendampingan agar masyarakat dapat memahami manfaatnya secara bertahap. Cara tersebut menjadi bagian penting untuk mengatasi tantangan adaptasi teknologi yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha di pedesaan.
Dengan semakin mudahnya masyarakat menemukan produk lokal melalui platform digital dan tersedianya pilihan transaksi menggunakan QRIS, UMKM Desa Sambongrejo memiliki peluang untuk memperluas pasar. Program KKN-T Inovasi IPB University tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis teknologi.